Dark/Light Mode

Dubes Uni Eropa Denis Chaibi Dukung Produksi Beras Rendah Karbon Di Jatim

Jumat, 4 Juli 2025 06:53 WIB
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi (kiri) dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Selasa (1/7/2025). (Foto Delegasi Uni Eropa Jakarta)
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi (kiri) dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Selasa (1/7/2025). (Foto Delegasi Uni Eropa Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Uni Eropa (Dubes UE) untuk Indonesia Denis Chaibi memimpin delegasi tinggi Uni Eropa dalam kunjungan resmi ke Provinsi Jawa Timur pada 1 Juli 2025. Eropa mendukung transisi menuju produksi beras berkelanjutan di Indonesia, khususnya di daerah Jawa Timur (Jatim).

Dalam lawatannya, Dubes Chaibi didampingi 12 duta besar dan perwakilan dari negara-negara anggota Uni Eropa seperti Jerman, Belanda, Denmark, Swedia, dan Polandia. Rombongan diterima langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya.

Baca juga : Resmikan Pabrik Pertama Di Cikarang, PepsiCo Komit Berdayakan Petani Lokal

Chaibi menegaskan dukungan penuh Uni Eropa terhadap pelaksanaan proyek Switch-Asia Low Carbon Rice. Proyek ini adalah sebuah inisiatif yang didanai Uni Eropa untuk menurunkan emisi karbon dari sektor pertanian padi.

Uni Eropa turut menggandeng petani, penggiling dan Pemerintah Daerah (Pemda) di Jawa Timur. “Kami membangun rantai nilai yang lebih ramah lingkungan, memperkuat ketahanan pangan dan menciptakan peluang ekonomi, sembari mengurangi jejak karbon dari salah satu sektor pangan vital di Indonesia,” ujar Dubes Chaibi dalam keterangannya, Kamis (3/7/2025).

Baca juga : Divonis Tak Bersalah Pasca Dihukum Mati

Switch-Asia Low Carbon Rice telah memberi dampak langsung pada lebih dari 150 penggilingan padi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Melalui proyek ini, penggilingan padi dialihkan dari penggunaan diesel ke listrik.

Pengalihan tersebut mengurangi emisi karbon hingga 13,8 persen, sekaligus menekan biaya energi dan meningkatkan kualitas hasil panen. “Switch-Asia Low Carbon Rice Project mewakili visi kolektif kami tentang pembangunan berkelanjutan yang memberikan hasil nyata. Uni Eropa bangga menjadi bagian dari transformasi ini,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.